Berbicara mengenai dunia politik, semuanya tidak bisa dipisahkan dari berbagai kandidat untuk menjadi wakil rakyat termasuk presiden. Di masa pemerintahan Jokowi ini, banyak sekali pihak yang menjadi ragu dengan janji – janji pemerintah yang di rasa tidak akan bisa di wujudkan bahkan ketika masa pememrintahannya telah berakhir.

Kampanye jokowi

Belum lama ini, masyarakat Indonesia mengadakan demo besar – besaran untuk memperingati 3 tahun kepemimpinan Jokowi. Hal ini dimaksudkna agar presiden bisa mengingat lagi janji – janinya yang telah diucapkan saat kampanye dan hbisa dibuktikan kepada masyarakat.

Dari masa kampanye, Presiden Jokowi membeberkan kurang lebih 66 janji kampanye dan belum semuanya bisa direalisasikan dengan baik. Dari kesekian janji kampanye tersebut, beberapa di antaranya menjadi  sorotan publik seperti lingkungan hidup. Lantas bagaimana realisasi dari program lingkungan hidup yang diusung Jokowi saat kampanye ?

Janji Jokowi Mengenai Pembukaan 3 Juta Hektar Lahan Pertanian

Indonesia memang dikenal sebagai Negara kepualauan terbesar di dunia serta di kenal sebagai Negara agraris. Namun faktanya, saat ini tidak lagi memiliki lahan pertanian yang cukup serta sering gagal dalam hal memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Hal inilah yang harus membuat pemerintah mengambil langkah untuk mengimpor bahan pangan terutama beras dari luar negeri yang akhirnya hanya merugikan petani local.

Janji jokowi pembukaan tanah 3 hektar

Mungkin hal inilah yang menyebabkan kenapa Jokowi berjanji untuk membuka 3 juta hektar sawah baru untuk petani local agar bisa memenuhi kebutuhan pangan Negara. Untuk itulah di saat kepemimpinannya berlangsung, Jokowi memusatkan perhatiannya kepada masalah ini.

Dari sekian APBN Negara, pemerintah menganggarkan anggaran sebesar 16 triliun untuk memenuhi sarana dan prasarana pertanian. Anggaran tersebut di gunakan untuk membuka lahan pertanian yang baru seluas 36, 8 hektare, membuat system irigasi, normalisasi sungai, pembuatan waduk dan bendungan, kredit pertanian, hingga pembelian alat – alat pertanian.

Penanganan Kabut Riau

Provinsi Riau memang selalu menjadi provinsi yang menjadi langganan kabut. Pembakaran hutan dan lahan gambut oleh pihak –pihak yang tidak bertanggung jawab atau pun karena alam pun menajdi semakin tidak terkendali bahkan semakin gawat. Hingga satu tahun memimpin, masyarakat Riau mempertanyakan janji Jokowi tentang penanganan kabut asap di Riau.

Penangan kabut riau

Parahnya, kegiatan bandara di Riau sempat ditutup dan kegiatan belajar mengajar di sebagain Provinsi Riau di liburkan selama kurang lebih dua bulan. Masyarakat pun menilai pemerintah tidak serius dalam menangani kabut Riau.

Hingga pda puncaknya, seluruh masyarakat Riau yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat bersatu dan turun ke jalan untuk melakukan demo Gerakan Riau Melawan Asap. Demo tersebut berisikan serua orasi dan pembacaan puisi tentang seruan kepada Jokowi agar menuntaskan masalah kabut Riau  agar masayarkat bisa menikmati udara yang bersih dan sejuk.

Membangun Waduk Dan Bendungan Dalam Jumlah Banyak

Dalam rangka mendukung salah satu janji kampanyenya yaitu membuka 30 juta hectare lahan pertanian, maka Jokowi juga berinisiatif untuk membangun bendungan dan waduk yang berfungsi sebagai cadangan air bersih serta sebagai pengairan lahan –lahan pertanian. Pembangunan bendungan dan waduk ini pun juga dimaksudkan untuk mensukseskan program ketahanan pangan dalam negeri.

Pembangunan waduk

Di tahun pertama kepemimpinannya, Jokowi berhasil membangun bendungan dan waduk sejumlah 13 buah di seluruh Indonesia dari total 49 buah. Untuk masa pembangunannya sendiri membutuhkan waktu 3 sampai 4 tahun. Nantinya waduk ini akan digunakan untuk irigasi pertanian, konsumsi masyarakat, mengurangi resiko banjir, serta Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA.

Share